rona senja — Blog pribadi

semburat merahnya sangat menggugah selera, bahkan untuk menyeduh teh cukup mempesona. dimana angin pantai juga mengagitasi untuk terus berelaborasi dengan alam. senja memang menawan namun malam cukup kejam, merenggut dengan penuh syahwat kebingaran, persetan apa ini ?! harusnya lebih lama tinggal, untuk memuaskan mata-mata lelah yang selalu berkutat pada lembaran tuntutan dunia. dan juga suguhan […]

melalui rona senja — Blog pribadi

rona senja

semburat merahnya sangat menggugah selera, bahkan untuk menyeduh teh cukup mempesona. dimana angin pantai juga mengagitasi untuk terus berelaborasi dengan alam.

senja memang menawan namun malam cukup kejam, merenggut dengan penuh syahwat kebingaran, persetan apa ini ?!

harusnya lebih lama tinggal, untuk memuaskan mata-mata lelah yang selalu berkutat pada lembaran tuntutan dunia.

dan juga suguhan bintang malam itu tak lebih indah dari rona senja, agak redup, dan mati disana sini. lelah, mungkin.

lalu pada masanya, surya pagi tertawa pada dunia. pada pak tani yang mengayunkan cangkul di sawah, pada bu guru yang berangkat ke sekolah. selamat pagi penghuni bumi ! sapanya, renyah.

Tentang Perempuan — Rumah Filsafat

Oleh Reza A.A Wattimena Peneliti, Tinggal di Jakarta Ah, betapa sulitnya menjadi perempuan. Seperti kata Jean-Jacques Rousseau, seorang pemikir Perancis, manusia dilahirkan bebas, namun dimana-mana, ia dipenjara. Begitulah nasib perempuan. Ia dilahirkan bebas, namun dimana-mana, ia dipenjara. Siapa yang memilih untuk menjadi perempuan? Ketika lahir, alat kelamin sudah ditentukan oleh alam. Namun, dengan perbedaan kelamin, […]

melalui Tentang Perempuan — Rumah Filsafat